Senin, Juli 13, 2026

HUSH Sulap Materi di Luar Album Menjadi EP ‘Early Junk’


Band alternative rock asal Bandung, HUSH, resmi merilis EP terbaru bertajuk ‘Early Junk’. Berisi materi-materi yang awalnya ditulis untuk album penuh, EP ini lahir setelah mereka menyadari bahwa beberapa lagu memiliki karakter yang berbeda dari arah utama album. Alih-alih memaksakannya berada dalam satu rilisan, lagu-lagu tersebut akhirnya dikurasi dan menemukan rumahnya sendiri dalam ‘Early Junk.’ 

Meski berasal dari lagu-lagu yang tidak masuk ke rilisan utama, setiap komposisi memiliki identitas dan perannya masing-masing. Bagi HUSH, ‘Early Junk’ menjadi sebuah ruang bagi lagu-lagu tersebut untuk tumbuh menjadi cerita yang utuh. 


Terbentuk di Bandung pada pertengahan 2022, HUSH berawal dari lingkaran pertemanan yang kemudian berkembang menjadi sebuah band. Formasi yang kini diisi oleh Agung (drum), Roi (synthesizer, vocal), Isal (guitar, vocal), Albin (bass), dan Rei (vocal, guitar) awalnya mengeksplorasi musik post-punk sebelum akhirnya menemukan identitas mereka di ranah alternative rock dan juga shoegaze. Bergabungnya Roi pada 2023 turut memperkaya warna musik HUSH melalui permainan synthesizer yang kini menjadi salah satu elemen penting dalam karakter mereka. 

Melalui EP ini, HUSH menghadirkan lanskap alternative rock yang memadukan lapisan synthesizer atmosferik, gitar dan bass yang agresif, permainan drum yang dinamis, serta vokal yang melankolis. Karakter tersebut lahir dari pertemuan berbagai referensi musik yang dibawa masing-masing personel, mulai dari Pink Floyd, Nine Inch Nails, Lily Chou-Chou, Autolux, Julie, Pixies, hingga They Are Gutting a Body of Water. Perbedaan referensi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses kreatif, sekaligus membentuk identitas suara HUSH yang terus berkembang. 


‘Early Junk’ menyimpan cerita perjalanan seseorang yang berada di penghujung sebuah hubungan, ketika kelelahan emosional perlahan menumpuk akibat tuntutan untuk terus terlihat kuat dan mampu menghadapi segalanya sendirian. Melalui lirik-liriknya, HUSH mengangkat bagaimana norma maskulinitas yang kaku sering kali membuat seseorang memendam emosi, menyangkal ketergantungan, hingga akhirnya runtuh dalam diam.


EP ini menjadi refleksi bahwa mengakui kerapuhan bukanlah sebuah kegagalan, melainkan bagian yang tak terpisahkan dari proses menjadi manusia.


Bagi para personel HUSH, rilisnya ‘Early Junk’ juga menjadi penanda perjalanan mereka selama dua tahun sejak perilisan terakhir. Di balik proses kreatif EP ini, setiap personel turut melewati fase quarter-life crisis yang kemudian memberi warna baru pada cara mereka menulis lagu dan memandang kehidupan. Pengalaman tersebut secara tidak langsung turut membentuk atmosfer yang terasa di sepanjang EP. 


Untuk menyambut perilisan ‘Early Junk’, HUSH telah menyiapkan serangkaian aktivitas, mulai dari film pendek yang memperkenalkan setiap lagu melalui momen-momen penting dalam ceritanya, hearing session sehari sebelum perilisan, perilisan merchandise, showcase, hingga tur sebagai bagian dari perjalanan EP ini. 


Melalui ‘Early Junk’, HUSH berharap dapat menghadirkan pengalaman mendengarkan yang baru bagi para pendengar, baik yang telah mengikuti perjalanan mereka maupun yang baru mengenal musik HUSH, sekaligus membuka jalan menuju album penuh yang tengah mereka persiapkan. 


CREDITS HUSH - EARLY JUNK 

Performed by 

Agung (Drums) Albin (Bass) Isal (Guitar, Vocals) Rei (Guitar, Vocals) Roi (Guitar, Vocals, Synthesizer) Written & Composed by HUSH 

Lyrics by Albin, Isal, Rei, and Roi 

Produced by HUSH 

Recorded by Roi Recorded at Roi Studio & Pohaci Studio (Drums) 

Mixed & Mastered by Roi 

Artwork by Bryant Jong 


Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search